Thursday, September 16Lembata News and Views

20 Tahun,Ahkirnya Lembata WTP

Lewoleba,Fajarpedia.com|Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTT, Adi Sudibyo menyampaikan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Lembata dan Kabupaten Ngada Tahun Anggaran 2020 secara virtual,pada hari ini,Senin 12/7/2021.

Atas LKPD Kabupaten Lembata dan Kabupaten Ngada TA 2020, BPK memberikan Opini Wajar Tanpa Pengecualian, Opini Wajar Tanpa Pengecualian ini merupakan opini pertama bagi Pemerintah Kabupaten Lembata dan ketiga kalinya bagi Kabupaten Ngada. Walaupun demikian masih terdapat beberapa catatan yang menjadi temuan BPK antara
lain pada Kabupaten Ngada, yaitu terkait Penganggaran, pengelolaan kas dan penatausahaan aset, Sedangkan untuk Kabupaten Lembata, masih terdapat beberapa
catatan yang akan ditindaklanjuti terkait penganggaran belanja modal, barang dan jasa serta penatausahaan aset.


Karena itu Adi Sudibyo, mengharapkan agar pemerintah Kabupaten Lembata dan Kabupaten Ngada dapat segera menindaklanjuti temuan tersebut sehingga mempertahankan opini WTP di tahun yang akan datang.


Sementara Itu,Wakil Bupati Lembata, Thomas Ola dalam sambutannya,menyampaikan bahwa capaian opini WTP ini merupakan capaian yang indah dan luar biasa untuk semua
elemen masyarakat karena sejak Otonomi daerah tahun 1999 baru kali ini Kabupaten Lembata berhasil mendapatkan penilaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian
( WTP ) dari BPK RI Perwakilan NTT.

Hal ini tidak terlepas dari tekad duet kepemimpinan Bupati Eliaser Yenjti Sunur dan Wakil Bupati Thomas Ola yang
tertuang dalam Perda nomor 9 tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lembata Tahun 2017 – 2022, Yang menjadikan
WTP sebagai target capaian kinerja dalam pengelolaan keuangan daerah. “Sesungguhnya ini merupakan capaian dalam RPJMD Kabuapaten Lembata 2017 – 2022,
salah satu inovasi dari 15 Inovasi kami dalam RPJMD tersebut adalah GO TO WTP. Dan kami menargetkan sejak tahun 2017 bahwa dalam pemerintahan ini Pemda Lembata mesti mencapai penilaian opini WTP untuk pengelolaan keuangan daerah.” Kata Wakil Bupati Thomas Ola.
Inovasi GO TO WTP selanjutnya dijabarkan menjadi target dari Renstra dan Renja Badan Keuangan dan Aset Daerah/BKAD. Dengan capaian ini maka BKAD
menjadi OPD yang memenuhi target besar RPJMD sekaligus prestasi gemilang di akhir masa kepemimpinan Bupati Lembata Eliaser Yenjti Sunur dan Wakil
Bupati Lembata Thomas Ola.


Sehubungan dengan hal ini kepala BKAD Kabupaten Lembata, Christian Rimbaraya, ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa sukses Inovasi GO TO WTP ini
tercapai karena ada beberapa hal diantaranya : Pertama, dukungan yang luar biasa dari kepemimpinan Bupati bapak Eliaser Yenjti Sunur dan Wakil Bupati
Thomas Ola, dengan dukungan ini terbentuklah lingkungan kebijakan dan tindakan nyata yang mendukung kiat kiat kerja yang dikoordinasi oleh Pak Sekda dan
Semua Kepala OPD untuk pencapaian Opini WTP ini. Kedua, Secara internal BKAD, institusi yang menghasilkan Laporan Keuangan Pemerintah Derah
melakukan pembenahan kerja berdasarkan regulasi yang berlaku dengan langkah percepatan dan mengacu dari temuan temuan BPK tahun sebelumnya. BKAD
mengambil peran tersebut karena BKAD selain sebagai OPD juga sebagai SKPKD yang secara khusus mengatur Pengelolaan Keuangan Daerah mulai dari penganggaran sampai pertanggungjawaban dengan menyusun rancangan peraturan daerah terkait APBD, Perubahan APBD, Penatausahaan Keuangan dan Barang Daerah dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah serta Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD. Di mana teknis penyusunan Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah dan Laporan Barang Milik Daerah dikoordinir penyusunan oleh Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah dan Bidang Pengelolaan barang Milik Daerah yang bekerja bersama-sama dengan semua OPD dan pihak-pihak terkait.

Misalnya penyusunan LKPD sesuai Standar Akuntasi Pemerintah
menggunakan SIPKD dengan programer handal (Modestus Lengari dibantu Bartolomeus Gone), pembenahan soal inventarisasi dan penatausahaan aset
menggunakan SIM Aset (Karya Anak Lembata, Theodorus Emanuel Labaola, S.Kom, Kasubid pada Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah), Dana BOS yang
dirincikan sesuai rincian obyek, obyek dan jenis belanja berkenaan dan persediaan barang telah dirincikan sesuai jenis kebutuhan pelaporan serta tindak lanjut
LHP BPK tahun-tahun sebelumnya yang dalam pelaksanaannya berkoordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Lembata.
Untuk itu, Christian menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada BPK RI PERWAKILAN NTT yang telah memeriksa dan memberikan
OPINI WTP dalam LHP atas LKPD Kabupaten Lembata Tahun Anggaran 2020. Terima kasih yang sebesar-besarnya juga disampaikan Kepada Bupati Lembata,
Wakil Bupati Lembata, DPRD Kabupaten Lembata, Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Staf Ahli Bupati, Para Asisten Sekda, APIP, Kepala OPD, TAPD,
Pengelola Keuangan Keuangan dan Barang Daerah dan OPD, ASN, PPNPNS, Pemerintah Desa, Insan Pers dan Seluruh Masyarakat Lembata serta tim kerja di
BKAD pada Sekretariat, Bidang Anggaran Daerah, Bidang Perbendaharaan Daerah, Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah, Bidang Akuntansi dan Pelaporan
Keuangan Daerah dan Programer SIPKD dan SIM Aset yang telah bekerja keras dan bekerja sama untuk pencapaian hasil gemilang ini.
Tugas berat ke depan adalah mempertahankan Opini WTP dengan pengelolaan keuangan yang baik tanpa catatan sehingga harapan kami semua
stakeholder semakin bersinergi untuk tetap mempertahankan dan mewujudkan pengelolaan keuangan yang lebih baik.

Sementara itu,Petrus Bala Wukak,anggota DPRD Lembata yang dikonfirmasi terkait opini yang diberikan BPK NTT memberikan apresiasi kepada Bupati dan jajaran pemerintah Daerah Lembata yang bekerja keras sehingga dalam jangka waktu 20 Tahun baru kita WTP. Ini artinya target yg dicanangkan Bupati untuk WTP di tahun 2021 tercapai. Dan kita berharap hal ini harus pertahankan agar terus ditingkatkan. WTP artinya Pemda Lembata telah bekerja sesuai standar pengelolaan keuangan yang baik dan Benar.(Asten Kares)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *