Thursday, September 16Lembata News and Views

Korban Bencana di Lembata Terima Santunan

Penyerahan bantuan korban bencana alam di Lembata dari Kementerian Sosial RI (Foto: AK)

LEWOLEBA – Korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lembata yang meninggal dunia menerima dana satunan dari Kementerian Sosial RI masing-masing Rp.15 juta perjiwa. Dana santunan tahap kedua ini diberikan kepada 22 orang yang diterima 11 orang ahli warisan. Sebelumnya Menteri Sosial RI Tri Risma harini menyerahkan santunan secara simbolis dana santunan kepada 48 orang yang meninggal dunia melalui ahli waris mereka masing masing.

Penyerahan dana santunan untuk 22 orang sebagainnya di lakukan di Posko Utama bencana banjir dan tanah longsor, kemarin (6/5/2021). Sebagian lainnya diserahkan di posko posko lainnya yang dilakukan langsung oleh Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam, Kementerian Sosial, Safey Nasution.

Asisten I Setda Lembata, Aloysius Buto dalam sambutan menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI yang telah memberikan dana santuan dan sembako kepada korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Lembata. Ia mengatakan dana santunan dan bantuan lain dari pemerintah pusat merupakan bentuk empati dan perhatian Kementerian Sosial kepada masyarakat Lembata yang mengalami bencana.

Alo Buto mengatakan, diharapkan dikemudian tidak ada lagi klaim yang mengatakan bahwa mereka adalah ahli waris yang berhak menerima santunan tersebut. Ia mengatakan santuan yang diberikan kepada korban yang meninggal dunia adalah ahli waris dari korban yang meninggal dunia.

Sementara itu direktur perlindungan sosial korban bencana alam Kementerian Sosial, Safey Nasution dalam sambutannya mengatakan Kementerian Sosial, selain memberikan santuan kepada korban yang meninggal juga ada 100 paket sembako. Kementerian Sosial, tidak hanya memberi santunan kepada korban yang meninggal di Kabupaten Lembata tapi juga kabupaten dan provinsi lain yang mengalami bencana.

Dalam situasi bencana seperti ini perlu kerjasama pemerintah pusat,daerah hingga desa dan warga masyarakat. Dengan adanya bantuan seperti ini diharapkan masyarakat tidak terlarut dalam kesedihan tapi segera bangkit. Nasution mengatakan jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan tersebut tapi ini.merupakan bentuk kepedulian dan perhatian pemerintah.

Nasution mengatakan dengan bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban keluarga korban yang meninggal dunia dan dana santunan ini dimanfaatkan dengan baik.

Sementara itu, Normalia Sura salah satu ahli waris yang menerima dana santunan mengatakan dirinya sebagai seorang ibu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang memberikan perhatian terhadap mereka. Ia mengatakan , anak sulungnya Silvester Sili adalah korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Waimatan Kecamatan Ile Ape Timur yang sampai sekarang belum ditemukan.

Mama Sura meneteskan air mata, ia rindu anak sulungnya bisa ditemukan. Ia mengharapkan anak bisa ditemukan walaupun dalam keadaan meninggal atau sudah busuk sehingga bisa ditemukan. (AK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *