Monday, June 21Lembata News and Views

Klaster Covid di Lapas Lembata, Kalapas Minta Maaf Kepada Keluarga

Penerapan protokol kesehatan di Lapas Lembata (Foto: Ist)

LEWOLEBA – Memasuki hari kelima masa Isolasi mandiri, petugas kesehatan internal Lapas Lembata tetap melakukan monitoring dan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan kesehatan Warga Binaan maupun petugas Lapas Lembata yang terkonfirmasi terpapar Covid-19. Demikian rilis yang disampaikan Kalapas Kelas 2 Lembata yang diterima Fajarpedia.com hari ini, 5/5/2021.

Upaya penanganan, pencegahan dan pemantauan kesehatan Warga Binaan ini dilakukan setiap hari. Upaya penanganan dan pencegahan ini dilakukan melalui Pemberian Makanan Tambahan , Vitamin, Pemberian Susu, Penyemprotan cairan Disinfektan ke seluruh ruangan baik di areal blok hunian maupun sarana prasarana lainnya.

Berdasarkan hasil pemantauan pada hari kelima ini perkembangan kondisi kesehatan petugas maupun warga binaan yang terpapar dalam keadaan sehat. Dari 20 orang warga binaan yang sebelumnya bergejala berdasarkan hasil pemantauan masih terdapat 9 orang yang mengeluhkan gejala seperti sakit flu.

Pemantauan ini dilakukan melalui pemeriksaan suhu tubuh dan screening terkait kemungkinan adanya gejala lain yang timbul. Berdasarkan hasil pemantauan ini maka pihak Lapas kembali menghimbau khususnya kepada seluruh Warga Binaan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti selalu memakai masker, berjemur di bawah sinar matahari setiap paginya, menjaga jarak ketika berinteraksi baik dengan sesama warga binaan maupun dengan petugas. dan

Untuk mencegah penyebaran yang lebih luas pihak Lapas juga sementara ini meniadakan layanan penitipan barang sampai dengan keadaan kembali normal mengingat media penyeberan Virus ini yang sulit terdeteksi. Pada kesempatan ini juga pihak Lapas Lembata menyatakan bahwa dalam pelaksanaan tugas semenjak adanya Pandemi Covid-19 ini Protokol Kesehatan sudah kita terapkan baik terhadap petugas maupun warga binaan namun terkadang mereka juga mengalami kendala ketika menemui kasus seseorang yang tanpa gejala (OTG).

Terkait tingginya jumlah yang terpapar ini memang karena mereka berada dalam satu komunitas sehingga penyebarannya juga bisa terjadi dengan cepat apabila ada yang sudah terpapar dan tanpa gejala (OTG). Terkait temuan ini pihak Lapas juga akan terus melakukan evaluasi terhadap standard operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan, jika memungkinkan untuk dilakukan perbaikan akan kami laksanakan demi kebaikan dan kenyamanan semua petugas dan Warga Binaan.

Mereka juga mohon dukungan dan doa dari seluruh masayarakat agar musibah ini dapat cepat berlalu, selain itu mereka juga memohon maaf kepada semua keluarga Warga Binaan dan mengharapkan koordinasi serta komunikasi yang baik untuk sama-sama mengatasi pandemic Covid-19 ini. (AK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *