Saturday, May 8Lembata News and Views

Keluarga Desak Kemenkumham Evaluasi Kepala dan Staf Lapas Lembata

Kegiatan warga binaan Lapas Kelas 2 Lembata (Dok. Pos Kupang)

LEWOLEBA – Hasil pemeriksaan rapid antigen virus covid 19 yang menyatakan 46 orang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Lembata dan 4 orang pegawai Lapas dinyatakan positif covid 19 membuat keluarga warga binaan (napi) menjadi kesal. Mereka memertanyakan penerapan protokol kesehatan yang diterapkan bagi sanak keluarga mereka di dalam lapas dan meminta pertanggungjawaban pihak lapas atas kondisi yang menimpa kerabat mereka.

Fakta terbentuknya klaster Covid 19 di Lapas itu menjadi sebuah informasi yang mencengangkan karena dari sisi jumlah, klaster baru ini populasinya sangat tinggi jika dibandingkan dengan klaster-klaster sebelumnya di Lembata sejak awal tahun lalu.

Kondisi ini pula membuat salah satu keluarga napi yang meminta agar indentitasnya tidak disebutkan menyampaikan kegeramannya kepada Fajarpedia.com. Menurut dia, sejak awal Covid-19 merebak pada tahun lalu, Lapas dinyatakan tertutup untuk para kerabat yang biasanya berkunjung yang mana, akses dan kontak warga Lapas tidak ada sama sekali.

“Di Lapas kan akses semua tertutup untuk para napi, kami keluarga saja tidak dibolehkan untuk berkunjung, tapi anehnya 46 napi dinyatakan positif. Ini berarti para petugas yang tidak tertib dalam menerapkan protokol kesehatan.”

Dengan tertutupnya akses dan kontak fisik antara warga napi dengan keluarga dan dunia luar pada umumnya maka satu-satunya kemungkinan adalah masuknya virus kedalam Lapas bukan melalui para napi. Bisa saja melalui petugas, karena petugaslah yang memiliki akses bebas diluar sana.

Keluarga napi ini mengeluhkan, kerabatnya yang kini sedang berada di dalam lapas itu diibaratkan, sudah jatuh tertimpa tangga. Mereka sudah menjalani hukuman badan tapi masih harus berjuang keras untuk sembuh dari Covid 19.

Atas kelalaian dari pimpinan dan petugas Lapas ini, keluarga mendesak Kementerian Hukum dan HAM agar mengevaluasi kinerja dari kepala Lapas dan semua pegawai Lapas Kelas II di Lembata. (AK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *