Saturday, May 8Lembata News and Views

Serius, Sejumlah Titik Longsor di Lebatukan

Kondisi jalan di Lebatukan, Lembata (Foto: Audiens

LEBATUKAN, LEMBATA – Bencana banjir dan longsor yang melanda NTT akibat siklon tropis Seroja pada awal April lalu, tidak hanya menelan korban jiwa, namun kerugian yang tak terkonversi secara utuh.

Di kabupaten Lembata, selain merenggut puluhan korban jiwa dan kerusakan para beberapa desa di kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Omesuri, satu lagi wilayah kecamatan yang mengalami kerusakan parah dan jarang disoroti adalah dampak seroja di kecamatan Lebatukan.

Salah satu desa terdampak yang paling parah mengalami kerusakan di wilayah kecamatan tersebut adalah desa Atakowa, dimana puluhan hektare lahan pertanian warga dan seluruh lumbung pangan serta milik warga, lenyap seketika disapu banjir.

Penjabat Kades Atakowa, Ignasius Nimo kepada media ini, Sabtu (01/05/2021) siang menguraikan, total kerugian materiil akibat banjir dan longsor dari kerusakan lahan yang dialami 66 KK, mencapai 570,775 juta rupiah.

Selain itu, Jalan Usaha Tani (JUT) menuju ke lahan pertanian warga yang baru saja dibuka dengan anggaran desa senilai 350 juta rupiah rusak parah, pompa air dan kabel roll senilai 175 juta rupiah serta embung senilai 100 juta rupiah lenyap terseret banjir.

Keterangan yang sama juga disampaikan ketua Relawan desa Atakowa, Kamilus Atulolon. Ia menerangkan, yang dibutuhkan warga terdampak di desa Atakowa adalah pemenuhan kebutuhan pangan baik untuk saat ini maupun untuk pemenuhan ke depan.

Bantuan Sembako dikatakan Kamilus menjadi prioritas untuk mengatasi masa kritis pasca bencana karena lumbung pangan dan ternak warga telah hanyut terbawa banjir.

“Sejauh ini kami telah mendapat bantuan dari pemerintah pusat dan kabupaten, dari partai Demokrat, dari relawan Satu Hati untuk NTT dan barusan tadi, ada bantuan dari Ibu Julie Laiskodat dan DPD partai NasDem Lembata”, ujarnya.

Walau demikian, dijelaskannya juga bahwa jika dilihat secara jujur, seluruh warga desa Atakowa masuk kategori terdampak akibat banjir. Hasil komoditi yang menjadi sandaran hidup warga terutama kemiri juga ikut tersapu ke laut secara merata juga tertimbun longsor di beberapa titik.

Karena itu, dipastikan Kamilus bahwa ke depan, potensi bencana lanjutan yang bakal dialami warga desa Atakowa adalah bencana kelaparan. Ungkapan yang sama disampaikan Penjabat kepala desa Lodotodokowa, Yohanes Lewan Leni yang ditemui pada hari yang sama. Lewan menguraikan, selain 50 % lahan pertanian warga desanya lenyap tersapu banjir, terdapat tiga rumah yang hilang dan sejumlah rumah rusak ringan. Rumah rusak ringan telah diperbaiki secara swadaya.

Sementara Kepala Keluarga (KK) terdampak, berjumlah 180 KK dan sebagian warganya dipastikan bakal mengalami rawan pangan.

Tidak hanya dua desa yang disebutkan, hampir seluruh desa di wilayah Lera Gere, kecamatan Lebatukan, sebagian besarnya mengalami bencana banjir dan longsor secara merata dengan kerusakan yang variatif. Mulai dari rumah warga, lahan pertanian dan komoditi hingga ruas jalan penghubung antar desa.

Bencana longsor di wilayah tersebut mencapai puluhan titik baik di bagian selatan mapun utara. Ruas jalan dari desa Tapobaran menuju desa Lewoeleng – Lamadale – Lodotodokowa – Atakowa – Seranggorang hingga Balurebong, terancam putus karena belasan titik longsor terjadi persis di bahu jalan.

Di dusun Lewotaa, desa Seranggorang telah dikepung longsor. Longsor di dusun yang letaknya persis dipungggung bukit itu menjadi bom waktu. Karena itu, mau tak mau dusun Lewotaa mesti segera direlokasi. sudah tak layak dijadikan perkampungan. (AUDI/AK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *